malaikatpoker.com

Situs Terpercaya | Agen Terpercaya | Bandar Terpercaya

FinCEN Files: Skandal Keuangan yang Libatkan Bank Besar Dunia

Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) belakangan ini menyingkap data sekitar saluran dana meresahkan yang keluar masuk lewat perbankan besar di dunia, termasuk juga Indonesia. Spesial di negeri disebut sekitar 19 bank mempunyai saluran dana yang ganjil, dengan keseluruhan nilai capai USD 504,65 juta atau seputar Rp 7,41 triliun.

Merilis dari situs BBC, Selasa (22/9/2020), dokumen FinCEN sudah menyingkap seputar USD 2 triliun transaksi. Dokumen FinCen ini adalah dokumen hasil penyidikan internasional ekstensif atas pencucian uang serta kejahatan keuangan. DanDokumen itu memperlihatkan bagaimana uang kotor diacak di penjuru dunia serta bank tidak berhasil menghentikannya.

Dokumen FinCEN terdiri lebih dari 2.500 dokumen, beberapa ialah dokumen yang dikirim bank ke kewenangan AS di antara tahun 2000 serta 2017. Dimana bank berasa cemas mengenai apakah yang kemungkinan dilaksanakan nasabah mereka. Dokumen-dokumen ini ialah beberapa rahasia skema perbankan internasional yang sangat dijaga erat.

Sampai satu saat, media AS, BuzzFeed News mendapatkan bocoran dokumen keuangan Departemen Keuangan AS (USDT) serta meneruskannya ke Konsorsium Jurnalis Penyelidikan Internasional (ICIJ). Bocoran itu selanjutnya diketahui untuk dokumen FinCEN.

FinCEN sendiri adalah sisi di Departemen Keuangan AS yang melawan kejahatan keuangan. Bila ada kecemasan mengenai transaksi yang dilaksanakan dalam dolar AS, karena itu perlu dikirim ke FinCEN. Serta bila itu berlangsung di luar AS.

Kesibukan yang dipandang meresahkan dicatat dalam laporan kesibukan meresahkan (Suspicious Activity Report/SAR). Ini ialah catatan gerakan uang yang disatukan serta diberikan sendiri oleh bank-bank ke Departemen Keuangan AS, saat mereka curigai ada kesibukan meresahkan, seperti uaya pencucian uang.

Pencucian uang ialah proses ambil uang kotor, seperti hasil kejahatan dari perdagangan narkoba atau korupsi, serta memasukkan ke rekening bank terpenting. Dimana uang itu nanti tidak dihubungkan dengan kejahatan.

Dalam ini, Bank semestinya pastikan jika mereka tidak menolong nasabah untuk membersihkan uang atau mengalihkannya secara menyalahi ketentuan. Dengan cara hukum, Bank harus tahu siapa nasabah mereka. Masih kurang cuma ajukan SAR selanjutnya ambil uang kotor dari nasabah sekalian menginginkan faksi berkuasa untuk mengatasi permasalahan itu. Bila bank mempunyai bukti kesibukan kriminil, karena itu harus stop mengalihkan uang tunai dari nasabah yang berkaitan.

Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Penyelidikan Internasional (ICIJ) menjelaskan dokumen yang bocor ialah ‘wawasan mengenai apakah yang bank kenali mengenai arus besar uang kotor di semua dunia’.

Ia menjelaskan, dokumen itu menyorot jumlah uang yang mengagumkan besar yang terjebak. Dalam dokumen FinCEN, ada catatan yang meliputi seputar USD 2 triliun transaksi. Mengenai jumlah itu cuma beberapa kecil dari SAR yang disodorkan semasa periode itu.

Jejeran skandal yang sukses dijelajahi dari dokumen FinCEN:

– HSBC yang sudah meluluskan penipu untuk mengalihkan juta-an dolar uang curian ke penjuru dunia. Serta sesudah mengenali dari penyelidik AS jika pola itu ialah penipuan.

– JP Morgan, yang meluluskan satu perusahaan untuk mengalihkan lebih dari USD 1 miliar lewat rekening London tanpa ada mengenali siapa yang memiliki. Bank selanjutnya mendapatkan jika perusahaan itu kemungkinan dipunyai oleh mafia dalam perincian 10 Orang Paling Dicari FBI.

– Bukti jika salah satunya rekanan paling dekat Presiden Rusia Vladimir Putin memakai bank Barclays di London untuk hindari sangsi yang ditujukan untuk menghentikannya memakai service keuangan di Barat. Beberapa uang tunai dipakai untuk beli karya seni.

– Suami dari seorang wanita yang sudah memberi sumbangan £ 1,7 juta ke Partai Konvensional yang memerintah Inggris. Dimana diam-diam didanai oleh seorang oligarki Rusia yang mempunyai jalinan dekat sama Presiden Putin.

– Seksi intelijen FinCEN menyebutkan Inggris dikatakan sebagai ‘yurisdiksi beresiko bertambah tingg’ dibanding dengan Cyprus. Itu sebab banyaknya perusahaan yang tercatat di Inggris ada dalam aduan SAR. Lebih dari 3.000 perusahaan Inggris disebut dalam dokumen FinCEN, ini semakin banyak dari negara lain mana saja.

– Pemilik Chelsea Roman Abramovich sempat membuat investasi rahasia pada pemain sepak bola yang tidak dipunyai oleh timnya lewat perusahaan terlepas pantai.

– Bank sentra Uni Emirat Arab tidak berhasil melakukan tindakan atas peringatan mengenai satu perusahaan lokal yang menolong Iran hindari sangsi.

– Deutsche Bank mengalihkan uang kotor pencucian uang untuk kejahatan terorganisir, teroris, serta pengedar narkoba.

– Standar Chartered mengalihkan uang tunai untuk Arab Bank semasa lebih satu dasawarsa sesudah rekening nasabah di bank Yordania dipakai untuk mendanai terorisme.

– Paradise Papers (2017), dimana sebagian besar dokumen bocor dari penyuplai service hukum terlepas pantai Appleby serta penyuplai service perusahaan Estera. Kedua-duanya bekerja bersama-sama di bawah nama Appleby sampai Estera merdeka pada 2016. Mereka mengutarakan kepentingan keuangan luar negeri dari politikus, selebriti, serta pimpinan usaha.

– Panama Papers (2016). Bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca memperlihatkan semakin banyak mengenai bagaimana orang kaya memakai pemerintahan pajak luar negeri untuk keuntungan mereka. Ada pula Kebocoran Swiss (2015), dimana dokumen dari bank swasta Swiss HSBC memperlihatkan bagaimana HSBC memakai undang-undang kerahasiaan perbankan negara untuk menolong nasabah hindari pembayaran pajak.

– LuxLeaks (2014), yang berisi dokumen dari firma akuntansi PricewaterhouseCoopers yang memperlihatkan jika perusahaan besar memakai persetujuan pajak di Luxembourg untuk kurangi jumlah yang perlu mereka bayarkan.

Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) memberikan laporan bocoran data sekitar saluran dana meresahkan yang keluar masuk lewat perbankan besar di dunia, termasuk juga Indonesia.

Spesial di negeri disebut sekitar 19 bank mempunyai saluran dana yang ganjil, dengan keseluruhan nilai capai USD 504,65 juta atau seputar Rp 7,41 triliun.

Jumlah dana itu terbagi dalam uang masuk di Indonesia sejumlah USD 218,49 juta, serta dana yang ditransfer ke luar Indonesia sekitar USD 286,16 juta.

Mencuplik situs International Consorsium of Investigative Journalism (ICIJ), Selasa (22/9/2020), FinCEN File menulis ada sekitar 496 transaksi meresahkan yang mengalir ke serta keluar dari Indonesia, dilaksanakan 19 bank.

Semua transaksi itu diolah lewat 4 bank yang berbasiskan di Amerika Serikat, yaitu The Bank of New York Mellon sekitar 312 transaksi, Deutsche Bank AG (49 transaksi), Standar Chartered Plc (116 transaksi), serta JP Morgan Chase & Co (19 transaksi).

Ke-4 bank itu selanjutnya memberikan laporan kesibukan meresahkan ke FinCEN. Mengenai dalam perincian 19 bank ini, ada beberapa bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Selanjutnya ada pula beberapa bank swasta besar seperti Bank Central Asia (BCA), Bank DBS Indonesia, Bank Windu Kentjana International, Hong Kong Shanghai Banking Corp (HSBC), serta Bank CIMB Niaga.

Selanjutnya Panin Bank, Bank Nusantara Parahyangan, Bank of India Indonesia, OCBC NISP, Bank Danamon, Bank Commonwealth, Bank UOB Indonesia, Bank ICBC Indonesia, Chinatrust Indonesia, Standar Chartered, Bank International Indonesia, sampai Citibank.

Berikut urutan lengkap 19 bank dengan saluran dana ganjil dan nominal transaksinya:

1. DBS Indonesia (8 transaksi)

Uang Keluar: USD 1,51 juta

Uang Diterima: USD 1,99 juta

2. Bank Mandiri (111 transaksi)

Uang Keluar: USD 250,39 juta

Uang Diterima: USD 42,33 juta

3. Bank Windu Kentjana (49 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 130,81 juta

4. BCA (19 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 753,760 juta

5. CIMB Niaga (7 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 4,88 juta

6. BNI (2 transaksi)

Uang Keluar: USD 10,21 juta

Uang Diterima: USD 428,052 juta

7. Panin Bank (19 transaksi)

Uang Keluar: USD 5,42 juta

Uang Diterima: 0

8. Bank Nusantara Parahyangan (10 transaksi)

Uang Keluar: USD 708,541Uang Diterima: 0

9. Bank of India Indonesia (5 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 20,76 juta

10. OCBC NISP (13 transaksi)

Uang Keluar: USD 2,65 juta

Uang Diterima: USD 44.095

11. Danamon (28 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 3,1 juta

12. Commonwealth Bank (152 transaksi)

Uang Keluar: USD 6,59 juta

Uang Diterima: USD 2,96 juta

13. UOB Indonesia (24 transaksi)

Uang Keluar: USD 2,39 juta

Uang Diterima: 0

14. ICBC Indonesia (1 transaksi)

Uang Keluar USD 49.990

Uang Diterima: 0

15. Chinatrust Indonesia (39 transaksi)

Uang Keluar: USD 57.440

Uang Diterima: USD 496.858

16. Standar Chartered Bank (3 transaksi)

Uang Keluar: USD 5,8 juta

Uang Diterima: USD 5.400

17. BII (34 transaksi)

Uang Keluar: USD 348.288

Uang Diterima: USD 4,88 juta

18. Citibank (1 transaksi)

Uang Keluar: 0Uang Diterima: USD 2 juta

19. HSBC

Uang Keluar: 0Uang Diterima: USD 2,99 juta

Berkaitan ini, Liputan6.com sedang berupaya minta respon dari manajemen perbankan yang disebut dalam perincian.

Updated: January 14, 2021 — 4:36 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

malaikatpoker.com © 2020 Frontier Theme
error: Content is protected !!